Sabtu, 10 Desember 2016

Wewenang Lini, Staff dan Fungsional

        Wewenang lini, adalah wewenang dimana atasan melakukannya atas bawahannya langsung. Yaitu atasan langsung memberi wewenang kepada bawahannya, wujudnya dalam wewenang perintah dan tercermin sebagai rantai perintah yang diturunkan ke bawahan melalui tingkatan organisasi.
            Wewenang staf, adalah hak yang dipunyai oleh satuan-satuan staf atau para spesialis untuk menyarankan, memberi rekomendasi, atau konsultasi kepada personalia ini. Kualifikasi yang harus dipenuhi oleh orang yang duduk sebagai taf yaitu dengan menganalisa melalui metode kuisioner, metode observasi, metode wawancara atau dengan menggabungkan ketiganya. Baishline mengajukan enam pokok kualifikasi yang harus dipengaruhi oleh seorang staf yaitu :
           1.Pengetahuan yang luas tempat diamana dia bekerja
           2.Punya sifat kesetiaan tenaga yang besar, kesehatan yang baik, inisiatif,
              pertimbangan yang baik dan kepandaian yang ramah.
          3.Punya semangat kerja sama yang ramah
          4.Kestabilan emosi dan tingkat laku yang sopan.
          5.Kesederhanaan
          6.Kemauan baik dan optimis
            Kualifikasi utama yaitu memiliki keahlian pada bidangnya dan punya loyalitas yang tinggi. Konsekkuensi organisasi yang menggunakan staf yaitu menambah biaya
administrasi struktur orgasisasi menjadi komplek dan kekuasaan, tanggung jawab serta akuntabilitas.
yaitu memiliki keahlian pada bidangnya dan punya loyalitas yang tinggi. Wewenang staf Yaitu hak para staf atau spesialis untuk menyarankan, memberi rekomendasi konsultasi pada personalia yang tinggi, Hal yang perlu diperintahkan dalam mendelegasikan suatu kegiatan kepada orang yang ditujuk yaitu:
1.      Menetapkan dan memberikan tujuan serta kegiatan yang akan dilakukan
2.      Melimpahkan sebagian wewenangnya kepada orang yang di tunjuk
3.      Orang yang ditunjuk mempunyai kewajiban dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan agar tercapainya tujuan.
4.      Menerima hasil pertanggung jawaban bawahan atas kegiatan yang dilimpahkan.
3.      wewenang staf fungsional, adalah hubungan terkuat yang dapat dimiliki staf dengan satuan-satuan lini.
Chester Bamard mengatakan bahwa seseorang bersedia menerima komunikasi yang bersifat kewenangan bila memenuhi:
1.      Memahami komunikasi tersebut
2.      tidak menyimpang dari tujuan organisasi
3.      tidak bertentangan dengan kepeningan pribadi
4.      Mampu secara mental dan fisik untuk mengikutinya
Agar wewenang yang dimiliki oleh seseorang dapat di taati oleh bawahan maka diperlukan adannya.
1.      Kekuasaan ( power ) yaitu kemampuan untuk melakukan hak tersebut, dengan cara mempengaruhi individu, kelompok, keputusan. Menurut jenisnya kekuasaan dibagi menjadi 2 yaitu :
            Kekuasaan posisi ( position power ) yang didapat dari wewenang formal, besarnya ini tergantung pada besarnya pendelegasian orang yang menduduki posisi tersebut.
            Kekuasaan pribadi ( personal power ) berasal dari para pengikut dan didasarkan pada seberapa besar para pengikut mengagumi, respek dan merasa terikat pada pimpinan.
2.      Tanggung jawab dan akuntabilitas tanggung jawab ( responsibility) yaitu kewajiban untuk melakukan sesuatu yang timbul bila seorang bawahan menerima wewenang dari atasannya. Akuntability yaitu permintaan pertanggung jawaban atas pemenuhan tanggung jawab yang dilimpahkan kepadanya. Yang penting untuk diperhatikan bahwa wewenang yang diberikan harus sama dengan besarnya tanggung jawab yang akan diberikan dan diberikan kebebasan dalam menentukan keputusan-keputusan yang akan diambil.
3.      Pengaruh ( influence ) yaitu transaksi dimana seseorang dibujuk oleh orang lain untuk melaksanakan suatu kegiatan sesuai dengan harapan orang yang mempengaruhi. Pengaruh dapat timbul karena status jabatan, kekuasaan dan menghukum, pemilikan informasi lengkap juga penguasaan saluran komunikasi yang lebih baik.
Menurut sumber wewenang dibagi menjadi:
1.      Kekuasaan balas jasa ( reward power ) berupa uang, suaka, perkembangan karier dan sebagainya yang diberikan untuk melaksanakan perintah atau persyaratan lainnya.
2.      Kekuasaan paksaan ( Coercive power ) berasal dari apa yang dirasakan oleh seseorang bahwa hukuman ( dipecat, ditegur, dan sebagainya ) akan diterima bila tidak melakukan perintah,
3.      Kekuasaan sah ( legitimate power ) Berkembang dari nilai-nilai intern karena seseorang tersebut telah diangkat sebagai pemimpinnya.
4.      Kekuasaan pengendalian informasi ( control of information power ) berasal dari pengetahuan yang tidak dipercaya orang lain, ini dilakukan dengan pemberian atau penahanan informasi yang dibutuhkan.
4.      Kekuasaan panutan ( referent power ) didasarkan atas identifikasi orang dengan pimpinan dan menjadikannya sebagai panutan.
5.      Kekuasaan ahli ( expert power ) yaitu keahlian atau ilmu pengetahuan seseorang dalam bidangnya.
Keluasan wewenang dan kekuasaan. Semua anggota organisasi mempunyai peraturan, kode etik, atau batasan-atasan tertentu pada wewenang, seprti yang ditunjukan dibawah ini:
Batasan-batasan internal dan eksternal untuk wewenang dan kekuasaan:
1.      Internal:
1.      Anggaran (Budget)
2.      kebijaksanaan, peraturan, dan prosedur
3.      Deskripsi jabatan
4.      Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi
2.      Ekstern:
1. Udangan dan peraturan-peraturan pemerintah
2. Perjanjian kerja kolektif
                        Perjanjian dengan dealer, supplier, dan pelanggan

Struktur Lini dan Staff

     Organisasi adalah sekumpulan dari beberapa orang yang melakukan kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan bersama.
Adapun terdapat beberapa macam bentuk struktur organisasi yaitu :
  1. Struktur organisasi lini
  2. Struktur organisasi lini dan staff
  3. Struktur organisasi fungsional
Struktur organisasi Lini
            Organisasi Garis / Lini adalah suatu bentuk organisasi dimana pelimpahan wewenang langsung secara vertical dan sepenuhnya dari kepemimpinan terhadap bawahannya.Bentuk lini juga disebut bentuk lurus atau bentuk jalur. Bentuk ini merupakan bentuk yang dianggap paling tua dan digunakan secara luas pada masa perkembangan industri pertama. Organisasi Lini ini diciptakan oleh Henry Fayol.
            Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah:
                      1) Orang-orang yang mempunyai kekuasaan bertanggung-jawab dan terbuka.
                      2) Proses pengambilan keputusan berjalan dengan tepat.
                      3) Disiplin kerja yang mudah dikontrol
                      4) Tingginya solidaritas diantara anggota
                      5) adanya kesempatan yang luas bagi para anggota untu dapat mengembangkan bakatnya.
            Kerugian dari struktur organisasi ini adalah:
                      1) Tujuan organisasi sama, atau tujuan dari pihak-pihak tertentu saja.
                      2) Pimpinan organisasi terkadang berbuat semaunya.
                      3) Kelangsungan hidup organisasi sangat ditentukan oleh seseorang.
                      4) Kurang didalam pengembangan aktifitas pada setiap anggota.
Organisasi Lini dan Staf
            Organisasi Lini dan Staf adalah kombinasi dari organisasi lini dan organisasi fungsional. Pelimpahan wewenang dalam organisasi ini berlangsung secara vertikal dari seorang atasan pimpinan hingga pimpinan dibawahnya. Untuk membantu kelancaran dalam mengelola organisasi tersebut seorang pimpinan mendapat bantuan dari para staf dibawahnya. Tugas para staf disini adalah untuk membantu memberikan pemikiran nasehat atau saran-saran, data, informasi dan pelayanan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan untuk menetapkan suatu keputusan atau kebijaksanaan. Pada struktu organisasi ini Hubungan antara atasan dengan bawahan tidak secara langsung.
            Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah:
                 1) Adanya pembagian tugas yang jelas antara kelompok lini dan kelompok staff.
                 2) Adanya pengembangan spesialisasi untuk para anggota.
                 3) Koordinasi didalam setiap bagian dapat diterapkan dengan mudah.
            Keburukan dari struktur organisasi ini adalah:
                 1) Adanya kemungkinan pimpinan staf melampaui batas kewenangannya.
                 2) Para pemimpin baik lini maupun staff sering mengabaikan nasehat dan gagasan yang ada.
                 3) Pemimpin dan karyawan yang kebanyakan tidak saling mengenal.
    Organisasi dalam bentuk fungsional
            Organisasi fungsional diciptakan oleh F.W.Taylor. yaitu suatu bentuk organisasi di mana kekuasaan pimpinan dilimpahkan kepada para pejabat yang memimpin satuan di bawahnya dalam satuan bidang pekerjaan tertentu. Struktur ini berawal dari konsep adanya pimpinan yang tidak mempunyai bawahan yang jelas dan setiap atasan mempunyai wewenang memberi perintah kepada setiap bawahan, sepanjang ada hubunganya dengan fungsi atasan tersebut.
            Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah:
                 1) Adanya pembagian tugas antara kerja pikiran dan fisik,
                 2) Dapat dicapai tingkat spesialisasi yang baik.
                 3) Solidaritas antar anggota yang tinggi.
                 4) Moral serta disiplin keija yang tinggi.
                 5) Koordinasi antara anggota berjalan dengan baik.
            Keburukan dari struktur organisasi ini adalah:
                 1) Insiatif perseorangan sangat dibatasi.
                 2) Sulit untuk melakukan pertukaran tugas, karena terlalu menspesialisasikan diri dalam satu bidang tertentu.

Manajemen Personalia PT. Samsung Electronics Indonesia Tbk.

  Staffing (penyusunan personalia) yaitu penyusunan personalia sejak dari penarikan tenaga kerja baru, latihan dan pengembangan sampai dengan usaha agar setiap petugas memberi daya guna maksimal pada organisasi. Organisasi dinamis merupakan suatu kegiatan yang berhubungan dengan usaha merencanakan skema organisasi, mengadakan departemenisasi, menetapkan wewenang, tugas, dan tanggung jawab dari orang-orang di dalam suatu organisasi.Organisasi statis adalah gambaran secara skematis tentang hubungan kerjasama antara orang-orang yang terdapat dalam suatu usaha untuk mencapai sesuatu tujuan. 
   Dari definisi diatas, dapat sangat jelas diketahui perbedaan yang sangat mendasar pada keduanya. Sifat dinamis yang mencerminkan begitu terstrukturnya rancangan suatu pada suatu organisasi, sedangkan statis bersifat lebih ringkas dan praktis.Namun, dari setiap perbedaan yang ada semuanya itu memiliki suatu titik tujuan yang sama yang memang melatarbelakangi suatu tujuan bersama dalam organisasi yang dibentuk.
  Selain itu juga diperoleh analisa lebih lanjut bahwa organisasi yang terdapat pada PT Samsung Electronics Indonesia ini menggabungkan antara Organisasi klasik dengan Non Klasik, sehingga dapat dikatakan memiliki acuan pada Organisasi Modern, yaitu semua unsur organisasi (dalam hal ini beberapa divisi) adalah saling bergantung satu sama lain dan membentuk satu kesatuan.
  Salah satu kunci sukses Samsung terletak pada desain. Teknologi dan desain pada Samsung sangat baik. Samsung memiliki 300 desainer bertalenta di Seoul dan empat kamtor desain di USA, Eropa, dan Jepang. Penekanan produknya adalah pada gaya, best practice, simple, dan respon yang cepat pada perubahan-perubahan pasar. 

Jumat, 09 Desember 2016

Kasus Delegasi Wewenang PT. Samsung Electronics Indonesia Tbk.

Sebelum tahun 1997, Samsung lebih dikenal dengan reputasinya sebagai perusahan pembuat peralatan elektronik dengan produk-produk low-end. Perusahaan tersebut hanya dikenal sebagai imitator, bukan innovator karena memang tidak melakukan inosai-inovasi produk pada saat itu. Produk-produk kompetitif berdasar pada low cost yang direfleksikan dengan tenaga kerja yang murah. Samsung belum mempunyai brand value dan belum memiliki pasar internasional. Strategi yang dilakukannya pada saat itu adalah cost/ price leadership.

Ketika terjadi krisis ekonomi di Asia, Samsung mengalami kerugian yang besar, namun dia dapat merespon dengan sangat baik. Ia mengembangkan turnaround strategy, meskipun masih membawa kebudayaan tua Korea Inc yang tidak fleksibel. Samsung memperbaiki kualitas dan melakukan inovasi-inovasi produk.

Samsung berfokus pada pasar-pasar tertentu, ia memilih fokus pada pasar dengan permintaan terbesar, pasar Amerika yang perkembangannya tinggi, juga pada pasar yang pertumbuhannya cepat, yaitu China.

Yun Jong Yong, CEO Samsung, menggunakan cara tradisional untuk memperbaiki keadaan ekonomi Samsung pada saat itu. Ia memotong 30% biaya dalam 5 bulan. Untuk itu ia memberhentikan 30.000 dari 70.000 karyawan. Dan Juga membuang unit-unit yang tidak bermanfaat. Prestasi terbesar Yun adalah perubahan ke arah corporate culture.

Samsung kemudian berkembang menjadi perusahaan berskala internasional. Dimulai dari menyewa staf yang berpendidikan Amerika atau berpengalaman secara signifikan di USA. Tiga warga yang bukan berasal dari Korea Selatan menjadi anggota komisi direktur. Warga asing memiliki 60% saham dari grup. Perusahaan sekarang menghasilkan 70% dari pendapatannya di luar Korea Selatan, manufaktur di 14 negara, termasuk China dan Meksiko.

Samsung juga mengadakan partnership dengan American. Pada awal tahun 1997, Samsung hampir tidak berbisnis mobile phones di luar Korea Selatan, tapi kemudian setelah mengadakan partnership, Samsung memperoleh pesanan 1.8 juta handsets senilai $600 juta dari Sprint PCS Group. Reputasi Samsung sekarang adalah high-end mobile handsets dan berkembang sebagai supplier pada industri ini.

Setelah mengadakan partnership dengan beberapa perusahaan ternama seperti Best Buy, Radio Shack, dan Circuit City, Samsung lebih sukses dari tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2001 Samsung menjual produk-produk senilai $500, dan menargetkan penjualan $1 miliyar di tahun 2002. penjualan terbaiknya adalah DVD/VCR player dan mobile phone dan juga PDA.

Salah satu kunci sukses Samsung terletak pada desain. Teknologi dan desain pada Samsung sangat baik. Samsung memiliki 300 desainer bertalenta di Seoul dan empat kamtor desain di USA, Eropa, dan Jepang. Penekanan produknya adalah pada gaya, best practice, simple, dan respon yang cepat pada perubahan-perubahan pasar.


 
  1. Divisi Radiator (Thermal System Division)Pada divisi ini dikhususkan untuk mempoduksi radiator seperti pada mobil, motor, maupun mesin-mesin khusus untuk produksi. Tujuannya jelas, yaitu untuk menyuplai barang jadi berupa Radiator yang nantinya akan diteruskan kepada para customernya.
  2. Divisi Filter (Filtration Division)Untuk Divisi Filter, diarahkan pada produksi peralatan untuk filter, baik itu filter udara maupun air. Dengan sistem alur produksi yang bertahap, maka setiap proses produksi yang berjalan akan menghasilkan filter yang berkualitas tentunya. Dan pada divisi filter ini memiliki tujuan yang hampir sama dengan Divisi Radiator, selain itu juga berhadapan langsung dengan customer satisfaction akan hasil dari barang jadinya, yaitu filter.
  3. Divisi Penjualan & Pemasaran (Sales & Marketing Division)Pada setiap perusahaan, sangat diwajibkan untuk memiliki divisi ini, hal itu dikarenakan barang yang sudah diproduksi harus dijual agar mendapatkan keuntungan bagi perusahaan. Nah proses penjualan ini membutuhkan tim sales dan marketing untuk mencari pelanggan/customer yang berminat. Selain itu pada divisi ini juga memungkinkan terjadi proses negosiasi dengan pelanggan/customer.
  4. Divisi Keuangan, Akuntansi & Administrasi (Finance, Acounting & Administration Division)Manajemen keuangan baik itu pemasukan maupun pengeluaran sangatlah berarti pada divisi ini. Pada divisi ini terjadi proses rekam jejak terhadap keuangan perusahaan, yang artinya setiap kegiatan yang melibatkan keuangan perusahaan, maka akan melibatkan divisi ini. Sehingga pengaturan barang masuk dan keluar harus memiliki perizinan dan form/bukti, agar mudah dilacak.
  5. Divisi Sumber Daya Manusia (Human Resource Division)Divisi ini memiliki peran penting dalam memegang sumber daya manusia yang bekerja, sudah bekerja, maupun setelah bekerja pada perusahaan tersebut. Hal ini dikarenakan wewenangnya sebagai penetapan langsung aturan-aturan dan atribut pada perusahaan, sehingga sangat dimungkinkan setiap karyawan yang berada langsung dibawah manajemen lini langsung terhubung dengan divisi ini. Selain itu divisi ini bertanggung jawab penuh pada ketertiban dan upah karyawan-karyawan tersebut.
  6. Divisi Teknik dan Pengembangan Produk (Technique & Product Development Division)Agar barang produksi dapat bersaing dengan pasar, maka akan dibutuhkan perbaruan dan peningkatan pada barang produksi yang selanjutnya, untuk itu divisi inilah yang memegang peran tersebut. Peningkatan kualitas dan efisiensi selama proses produksipun menjadi bagian dari divisi ini.