Senin, 20 Maret 2017

Desain Organisasi Formal dan Informal

Desain Organisasi Formal dan Informal
Desain organisasi menekankan pada sisi manajemen dari teori organisasi dengan mempertimbangkan konstruksi dan mengubah struktur organisasi untuk mencapai tujuan organisasi.
Pengertian / Definisi Organisasi Informal dan Organisasi Formal
1. Organisasi Formal
Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional.
Contoh : Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya.
2. Organisasi Informal
Organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari.
Contoh : Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama anak-anak sd, kemping ke gunung pangrango rame-rame dengan teman, dan lain-lain.
Salah satu bagian penting organisasi adalah pengelompokkan informal dan hubungan-hubungan pribadi yang dapat lebih berpengaruh dibanding dengan hubungan formal seperti yang ditunjukkan bagan organisasi.
Argiyris mengemukakan empat bidang utama dimana bidang organisasi formal dan informal berbeda :
1. Hubungan-hubungan antar pribadi. Hubungan-hubungan antar pribadi didalam organisasi formal digambarkan jelas, sedangkan dalam organisasi informal tergantung pada kebutuhan-kebutuhan mereka.
2. Kepemimpinan. Para pemimpin dirancang dan ditentukan dalam formal serta muncul dan dipilih dalam informal.
3. Pengendalian perilaku. Organisasi formal mengendalikan perilaku karyawan melalui penghargaan dan hukuman, sedangkan kelompok informal mengendalikan para anggota dengan pemenuhan kebutuhan.
4. Ketergantungan. Karena kapasitas pemimpin formal terletak pada penghargaan dan hukuman, bawahan-bawahan lebih tergantung dari pada para anggota suatu kelompok informal.
Walaupun ada perbedaan tersebut adalah suatu kesalahan bila menganggap kelompok formal dan informal sebagai dua kesatuan organisasi yang terpisah. Keduanya hidup bersama dan tidak dapat dipisahkan setiap organisasi formal selalu mempunyai organisasi informal dan setiap organisasi informal brkembang dalam berbagai tinkatan formal.
Ragam Bentuk Struktur Organisasi
A. Organisasi Garis (Henry Fayol)
Organisasi Garis/Lini merupakan bentuk/struktur organisasi yang memberikan wewenang dari atasan kepada bawahan dan tanggungjawab ditujukan langsung dari bawahan kepada atasan. Bentuk ini sering diterapkan pada bidang kemiliteran atau peruahaan yang berskala kecil.
Ciri-ciri Organisasi Garis/Lini
1. Adanya kesatuan Perintah
2. Pembagian Kerja jelas dan mudah dilaksanakan
3. Organisasi tergantung pada satu pemimpin
Kelebihan/Kebaikan
• Pengambilan keputusan cepat
• Pengendalian lebih mudah
• Solidaritas antar karyawan tinggi
Kekurangan/Kelemahan
• Pemimpin cenderung otokratis
• Ketergantungan kepada atasan sangat tinggi
• Membatasi kesempatan karyawan untuk berkembang
B. Organisasi garis dan staf (Harrington Emilson)
Kebijakan pimpinan sebelum dilimpahkann ke bawahan diolah terlebih dahulu dengan memperhatikan saran-saran dari staf ahli.
Contohnya di Lembaga Sekolah Terdapat Wakil Kepala Sekolah.
Ciri-ciri :
1. Umumnya digunakan untuk organisasi besar
2. Bidang tugas beraneka ragam sehingga memerlukan bantuan staf.
3. Pengawasan dan Spesialisasi berkembang dengan baik
Kelebihan/Kebaikan
• Pembagian tugas jelas
• Mendorong timbulnya spesialisasi dan disiplin yang tinggi
• Penempatan orang pada tempat yang tepat
• Koordinasi mudah dijalankan
Kekurangan/Kelemahan
• Membutuhkan biaya yang besar untuk operasionalnya
• Ditingkat operasinal tidak jelas antra perintah dan nasehat
• Solidaritas antar karyawam rendah
C. Organisasi Fungsional (Winslow Taylor)
Setiap kepala unit dapat member perintah pada unit yang lainselama masih ada hubungan /sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya. Dalam struktur organisasi fungsional dikenal adanya garis koordinasi/konsultatif.

Pengertian Organisasi dan Metode

Istilah organisasi berasal dari kata organon/bahasa yunani. Yang berarti alat, tools. Desain organisasi (organizational design) merupakan proses memilih dan mengimplementasikan struktur yang terbaik untuk mengelola sumber-sumber untuk mencapai tujuan
Organisasi adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
1. Organisasi Menurut Stoner
Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
2. Organisasi Menurut James D. Mooney
Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
3. Organisasi Menurut Chester I. Bernard
Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
4. Organisasi Menurut Prof. Dr. Sondang Siagian
Organisasi adalah setiap bentuk persekutuan dua orang atau lebih yang bekerja sama untuk suatu tujuan bersama dan terikat secara formal.


- Sejarah Organisasi
(Nancy Dixon, 1994) organisasi adalah kemampuan untuk memanfaatkan kapasitas mental dari semua anggotanya guna menciptakan sejenis proses yang akan menyempurnakan organisasi”
(Peter Senge, 1990) “Organisasi di mana orang-orangnya secara terus-menerus mengembangkan kapasitasnya guna menciptakan hasil yang benar-benar mereka inginkan, di mana pola-pola berpikir baru dan berkembang dipupuk, di mana aspirasi kelompok diberi kebebasan, dan di mana orang-orang secara terus-menerus belajar mempelajari (learning to learn) sesuatu secara bersama”
(Burky dan Perry, 1998) Organissasi adalah sebuah kesatuan yang terdiri dari sekelompok orang yang bertindaksecara bersama-sama dalam rangka mencapai tujuan bersama


- Desain Organisasi Formal & informal
Organisasi Formal
Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional.
Contoh : Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya.


Organisasi Informal
Organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari.
Contoh : Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama anak-anak sd, kemping ke gunung pangrango rame-rame dengan teman, dan lain-lain.

Methode berasal dari Bahasa Yunani “Methodos’’ yang berarti cara atau jalan yang ditempuh. Sehubungan dengan upaya ilmiah,maka metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Fungsi metode berarti sebagai alat untuk mencapai tujuan.
Pengetahuan tentang metode-metode mengajar sangat di perlukan oleh para pendidik, sebab berhasil atau tidaknya siswa belajar sangat bergantung pada tepat atau tidaknya metode mengajar yang digunakan oleh guru. Metode adalah suatu cara yang menjadi pasti untuk mengerjakan atau meyelesaikan suatu pekerjaan. Jadi metode kerja atau cara kerja di dalam kantor sangat menentukan efisiensi kerja.
Adapun ciri-ciri dari Metode adalah
• Metode kualitatif cenderung subyektif dalam menentukan masalah dan perumusan masalah dan dalam deskripsi lebih banyak menggunakan data yang bersifat trend.
• Menjabarkan suatu masalah pada rumusan itu.

Pengertian organisasi dan metode secara lengkap adalah :
Rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah ditetapkan
Kesimpulan
Organisasi dan Metode suatu gambaran untuk memberikan suatu permasalahan yang akan dipecahkan sesama dengan tujuan bersama. Dan menurut saya organisasi dan metode sangan berperanpenting dalam perusahaan karena dengan adanya organisasi dan metode dalam setiap pelaksanaannya akan lebih terarah dan mencapai tujuan yang sesuai dengan rencana. Walaupun setiap organisasi memiliki cara dan metode yang berbeda karena disesuaikan dengan rencana dan keputusan anggota tapi itu semua akan tetap sama menghasilkan sesuatu yang perfect tentunya dengan kerjasama dalam organisasi tersebut dan berjalan sesuai metode yang telah disepakati

Minggu, 15 Januari 2017

Penanganan Manajemen Konflik PT. SAMSUNG ELECTRONICS INDONESIA Tbk.

PT Samsung Electronics Indonesia yang beroperasi di kawasan Jababeka 1, Cikarang, Jawa Barat, dinilai melakukan serangkaian tindakan yang memberangus keberadaan Serikat Pekerja. Itu terjadi setelah 200 buruh Samsung bergabung dengan Serikat Pekerja Elektronik dan Elektrik – Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPEE-FSPMI). Manajemen PT Samsung memecat dua orang buruhnya yang menjadi pengurus Pimpinan Unit Kerja (PUK) SPEE-FSPMI serta merumahkan belasan buruh lainnya yang menjadi pengurus serikat. Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Elektronik dan Electrik – Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK SPEE-FSPMI) PT Samsung Elektronik Indonesia sendiri berdiri pada hari Minggu, 21 Oktober 2012 yang dilantik langsung oleh Nurdin Muhidin dengan jumlah PUK dan Anggota hamper 200 orang. PUK ini kemudian memberikan berkas pencatatan nomor serikat pekerja kepada kantor Dinas Tenaga Kerja untuk mendapatkan surat keputusan Dinas Tenaga Kerja mengenai pencatatan serikat pekerja PT Samsung Elektronik Indonesia. Setelah PUK ini didirikan, mulailah timbul permasalahan-permasalahan, salah satunya PHK yang dilakukan PT. Samsung pada pengurus PUK yang didasari pada alasan kontrak kerja mereka telah habis dan plan sedang turun pada tanggal 29 oktober 2012. PUK sudah berusaha melakukan perundingan dengan pihak menejemen, namun perundingan tersebut tidak diakui oleh pihak manejemen karena PUK tidak dapat menunjukkan SK Disnaker mengenai pembentukan PUK SPEE FSPMI PT.Samsung. Pemutusan Hubungan kerja (PHK) yang dilakukan PT Samsung pada anggota PUK tidak berhenti seketika itu, pada tanggal 30 oktober 2012 manejemen kembali memanggil 3 anggota PUK dan dengan alasan “plan sedang turun” ketiga anggota PUK tersebut dirumahkan kembali atau dengan kata lain mereka dikembalikan kepada kantor outsouching (SPA) yang medistribusikan mereka untuk kemudian diberhentikan. Ketiga anggota PUK yang di PHK sepihak oleh PT.Samsung ini menolak tindakan PHK sepihak yang dilakukan oleh pihak manejemen. Tepat dihari yang sama dengan terbitnya SK Pencatatan Serikat SPEE FSPMI PT. Samsung Elektronik oleh Disnaker pada tanggal 5 November 2012, PT. Samsung kembali memanggil anggota PUK yang bekerja di divisi JIT dengan alasan pemanggilan mengenai perjanjian kontrak kerja yang akan berakhir dan diminta menandatangani surat PHK. PHK sepihak ini terus dilakukan PT.Samsung pada anggota PUK dengan mempercepat masa kontrak kerja dan berbagai alasan lainnya. Pada hari Rabu, 7 September 2012 semua anggota PUK yang diPHK secara sepihak berniat untuk bekerja tetapi ketika hendak absensi ternyata id card mereka sudah tidak teregister sebagai karyawan PT SAMSUNG ELEKTRONICS, bahkan security melarang masuk para anggota PUK yang tidak menandatangani surat PHK. Sebanyak 4 kompi Polisi juga turtut mengamankan PT. Samsung berjaga di gerbang. Upaya perundingan biparted telah dilakukan, namun perusahaan memberikan respon negative dengan ditolaknya surat audiensi serta tuntutan perundingan pertama dan kedua, dan tidak juga ada tindakan yang dilakukan pihak Disnaker setelah PUK melayangkan surat permohonan pengawasan Disnaker terhadap PT.Samsung atas indikasi adanya pelanggaran tentang ketenagakerjaan terutama Union Busting. Akibat makin banyak anggota PUK yang di PHK. Buruh Bekasi Bergerak bersiap untuk unjuk rasa di PT SAMSUNG ELECTRONICS INDONESIA pada hari senen tanggal 19 november 2012, Di pimpin langsung oleh bung Nurdin, mereka pun siap berangkat (dengan mengendarai motor), tetapi aksi merekapun di larang/ di tahan oleh Pihak Aparat (Polisi membuat barikade barisan), mereka pun tidak tau alasan aparat melarang Buruh Bekasi Bergerak beraksi meskipun sudah mempunyai izin untuk melakukan unjuk rasa. Mereka tetap mencoba unjuk rasa dengan cara longmarc (berjalan kaki) tetapi tetap saja pihak aparat menghalangi mereka. Akhirnya merekapun hanya berorasi di kawasan Ejip, selang beberapa jam kerumunan merekapun hampir di datangi oleh sekelompok massa yang mempersenjatai diri. Merekapun hampir saja bentrok dengan massa. Tetapi ada beberapa anggota PUK yang laen, yang datang pulang kerja untuk datang bersolidaritas mendapatkan serangan dari massa itu (di lemparin batu, dan dengar dengar ada terkena sabetan benda tajam. Aksi pun dibubarkan setelah ada kesepakatan antara buruh dan massa saat itu. Itimidasi terhadap anggota PUK SPEE-FSPMI PT. Samsung terus berlanjut, merek adikumpulkan disuatu ruangan dan di introgasi. Mereka mendapatkan perkataan kasar dan perbuatan tidak menyenangkan lainnya agar PUK mencabut surat unjuk rasa di Polres Bekasi. Kontrakan mereka pun didatangi oleh oang-orang PT Samsung yang Anti serikat. Rumah mereka di foto dan didata. Sejak kejadian pengurungan itu, para anggota PUK tidak lagi dapat dihubungi, seolah hilang ditelan bumi dan tak satupun anggota PUK SPEE-FSPMI PT. Samsung yang lolos dari PHK sepihak tersebut. (Riz)

Manajemen Pengawasan PT. SAMSUNG ELECTRONICS INDONESIA Tbk.

Perusahaan samsung mempunyai slogan yang bertuliskan : "PlanetFirst", apa itu planetfirst ? PlanetFirst adalah komitmen, pola pikir, dan pendekatan mendasar yang samsung percaya sangat penting sebagaimana usaha pelanggan untuk menyeimbangkan keinginan mereka untuk teknologi yang mutakhir sambil mendapatkan cara hidup yang lebih ramah terhadap lingkungan.
PlanetFirst berarti selalu mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan terlebih dahulu sehingga samsung berkomitmen untuk memberikan pengalaman ramah lingkungan yang lebih baik melalui produk-produknya, solusi dan teknologi yang bermanfaat bagi kehidupan pelanggannya.
Visi Samsung :

Samsung dipandu oleh satu visi: memimpin pergerakan konvergensi digital.

Samsung meyakini bahwa melalui inovasi teknologi saat ini, Samsung akan menemukan solusi yang diperlukan untuk menghadapi tantangan hari esok. Teknologi membuka kesempatan—bagi bisnis untuk tumbuh, bagi warga negara di pasar yang sedang berkembang untuk hidup sejahtera dengan memasuki tahap ekonomi digital, dan agar masyarakat dapat menemukan peluang baru.

Tujuan Samsung adalah mengembangkan teknologi yang inovatif dan proses efisien yang menciptakan pasar baru, memperkaya hidup semua orang, dan terus menjadikan Samsung sebagai pemimpin digital yang terpercaya.

Misi Samsung :

Semua yang dilakukan di Samsung dipandu oleh misi Samsung: menjadi “digital-εCompany” yang terbaik.

Samsung tumbuh menjadi perusahaan global dengan menghadapi tantangan secara langsung. Dalam tahun-tahun kedepan, orang-orang Samsung yang berdedikasi akan terus menghadapi banyak tantangan dan memberikan ide-ide kreatif untuk mengembangkan produk dan layanan yang memimpin pasar. Kecerdasan mereka akan terus menjadikan Samsung sebagai perusahaan global yang menguntungkan dan bertanggung jawab.


Perusahaan Samsung didirikan pada tahun 1938  oleh Lee Byung –Chul. Bisnis awalnya bergerak di bidang pengadaan kebutuhan sehari-hari masyarakat seperti beras, gula dan lain-lain. Namun sejak tahun 1983, Samsung mulai masuk ke bidang industri yang membutuhkan sumber daya manusia yang berintelegensia tinggi.
Tahun 2013, Samsung memiliki sekitar 427.000 orang karyawan di seluruh dunia. Samsung memperkenalkan sistem manajemen yang disebut” Manajemen Carilah”. Maksudnya adalah Samsung harus mencari orang-orang genius untuk bekerja bersama Samsung. Hal ini berangkat dari kesadaran bahwa penurunan kinerja perusahaan Jepang sebagian diakibatkan ketidakmampuan memburu orang-orang yang memiliki talenta. Kategori orang genius yang dicari Samsung adalah, pertama, tidak memandang kewarnegaraan orang tersebut. Kedua, mereka memiliki kemampuan intelektual kuat secara global. Ketiga, mengutamakan mahasiswa Teknik atau eksakta.
Samsung membuat beberapa level tingkatan orang genius., yaitu level S, H dan A. Orang geniuslevel S (Super), memiliki kemampuan super yang tersembunyi dan mampu menyelesaikan pekerjaan dengan hasil mengagumkan dan merupakan calon orang yang akan memimpin Samsung di masa depan. Level H (High Potensial), yaitu yang tidak cukup dinilai berdasarkan hasil kerja, tapi  memiliki bakat tersembunyi yang memperlihatkan kemungkinan (probabilitas) super. Level A tidak sebagus level S, tapi harus memperlihatkan kemungkinan level kemampuan super tersembunyi.
 
PT Samsung Electronics Indonesia memenangkan kategori sebagai berikut: The Best Gadget of The Dragon Year (Samsung GALAXY Note), The Best Tablet (Samsung GALAXY Tab10.1), The Best Smartphone (Samsung GALAXY S II), The Best Android Device (Samsung GALAXY Note), The Best Innovation Android Device (Samsung GALAXY Note), The Most Favourite Mobile Advertiser (SAMSUNG), The Best Notebook (Samsung Series 9), The Best Smart TV (Samsung UA55D80000YM), The Best Innovation Camera (Samsung MV800) dan The Best Monitor (SyncMaster S22A350B).
 
 

Manajemen Information system

Disingkat dengan MIS. Dalam bahasa Indonesia disebut dengan Sistem Informasi Manajemen. Didefenisikan sebagai kumpulan dari manusia dan sumber-sumber daya di dalam suatu organisasi yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mengolah data untuk menhasilkan informasi yang berguna untuk semua tingkatan management di dalam kegiatan perencanaan dan pengendalian. Atau, kumpulan dari sistem-sistem yang menyediakan informasi untuk mendukung manajemen.
Istilah Management Information System (MIS) atau Sistem Informasi Manajemen (SIM) ini banyak digunakan pada tahun 1980an hingga 1990an, yang menunjukkan sistem-sistem informasi fungsional, yaitu sistem yang diterapkan di fungsi-fungsi organisasi. Sistem Informasi Manajemen ini terdiri dari sistem informasi akuntasi, sistem informasi keuangan dan sistem informasi pemasaran. MIS sudah diterapkan di Amerika Serikat sejak awal tahun 1970an yang digunakan untuk memberikan infromasi kepada manajer-manajer fungsional. Istilah ini sudah kurang tepat untuk saat ini, karena sistem informasi telah berkembang melebihi kemampuan sistem informasi fungsional.
Definisi SIM, Sistem Informasi Manajemen – Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya, sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya. Disamping itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik.
Masalah utamanya adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak bermanfaat atau berarti (sistem terlalu banyak data). Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif (effective business system). Menyiapkan langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru.
Sebuah perusahaan mengadakan transaksi-transaksi yang harus diolah agar bisa menjalankan kegiatannya sehari-hari. Daftar gaji harus disiapkan, penjualan dan pembayaran atas perkiraan harus dibutuhkan: semua ini dan hal-hal lainnya adalah kegiatan pengolahan data dan harus dianggap bersifat pekerjaan juru tulis yang mengikuti suatu prosedur standar tertentu.
Komputer bermanfaat utnuk tugas-tugas pengolahan data semacam ini, tetapi sebuah sistem informasi menajemen melkasanakan pula tugas-tugas lain dan lebih dari sekedar sistem pengolahan data. Adalah sistem pengolahan informasi yang menerapkan kemampuan komputer untuk menyajikan informasi bagi manajemen dan bagi pengambilan keputusan.
Sistem informasi manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan keriga terdiri dair sumber daya sistem informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen. Lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi utnuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat manajemen.
Definisi sistem informasi manajemen, istilah yang umum dikenal orang adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”.

        Konsep Dasar Informasi
Terdapat beberapa definisi, antara lain :
  1. Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. 
  2. Sesuatu yang nyata atau setengah nyata yang dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian. Sebagai contoh, informasi yang menyatakan bahwa nilai rupiah akan naik, akan mengurangi ketidakpastian mengenai jadi tidaknya sebuah investasi akan dilakukan.
  3. Data organized to help choose some current or future action or nonaction to fullfill company goals (the choice is called business decision making)
       Fungsi / Manfaat Sistem Informasi Manajemen
Supaya informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajamen, maka analis sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level) manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada pengertian-pengertian di atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem Informasi Manajemen atau SIM adalah supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang meyangkut keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis.
Sehingga SIM adalah suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi data maupun informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi.
Beberapa manfaat atau fungsi sistem informasi antara lain adalah sebagai berikut:
  • Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi. 
  • Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis. 
  • Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
  •  Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi. 
  • Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi. 
  • Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru. 
  • Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem. 
  • Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka. 
  • Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi.
          Menajemen Sistem Informasi Pendidikan (MSIP) meliputi :
  1. Sistem informasi Akuntansi/Keuangan, 
  2. Sistem Informasi Kepegawaian 
  3. Sistem Informasi Akademik/Kurikulum 
  4. Student Centered Learning melalui e-Learning 
  5. Sistem informasi perpustakaan
Manajemen Sistem Informasi Pendidikan (MSIP) adalah sistem yang didisain untuk kebutuhan manajemen dalam upaya mendukung fungsi-fungsi dan aktivitas manajemen pada suatu organisasi pendidikan.

Pengertian Management By Exception (MBE)

MBE adalah suatu kemampuan dasar yang disediaakan oleh sistem informatika yang berbasis komputer yang memikul sebagian tanggungjawab dalam pengendalian sistem fisik maka waktu yang dimiliki manajer dapat digunakan secara efektif.

Pada Management By Exception (MBE) seorang manajer untuk dapat melakukan pengendalian atas bagian yang menjadi tanggungjawabnya harus didukung oleh tersedianya:

       1.    Informasi mengenai apa yang telah dan sedang dicapai pada unit kerjanya.

       2.    Standar kinerja yang dapat menunjukkan apa yang harus dicapai oleh unit kerjanya.


Standar yang dikombinasikan dengan output informasi misalnya laporan penjualan maka memungkinkan terjadinya Management By Exception. MBE adalah gaya atau tindakan yang dilakukan manajer apabila terjadi ketidak sesuaian antara Kinerja Aktual (apa yang telah dan sedang dicapai) dengan Standar Kinerja (apa yang harus dicapai).
Contoh :

·         Seorang manajer menetukan bahwa jumlah produksi Susu Bantal Real Good dalam sehari harus ada 50.000 bungkus sampai 75.000 bungkus. Karena suatu waktu dimana saat kapasitas tenaga kerja lebih banyak bekerja (lembur) maka jumlah produksi Susu Bantal Real Good meningkat drastis menjadi 94.000 bungkus hari itu. Maka saatnya MBE beraksi. Manajer memikirkan dan mengambil keputusan yang harus dilakukan oleh kelebihan produksi. Keputusan yang dapat diambil antara lain:

       1.   Menyimpan sisa produksi susu bantal di gudang untuk persediaan stock.

       2.   Menjual kepada agen atau eceran terdekat dengan harga yang terjangkau.

       3.   Mempromosikan untuk penjualan sebagai hadiah atau sampel.

Dalam mengambil keputusan manajer harus diperhitungkan :

       1.   Manajer tidak membuang waktu memantau aktivitas yang berlangsung secara normal

       2.   Keputusan dapat lebih terfokus pada hal hal yang lebih memerlukan perhatian.

       3.   Perhatian dipusatkan pada peluang-peluang maupun hal hal yang berjalan

Pandangan Motivasi dalam Organisasi

Pandangan motivasi dalam organisasi dapat dilihat dari tiga jenis teori motivasi yang ada, yaitu : 
  1. Model Tradisional

                Tidak lepas dari teori manajemen ilmiah yang dikemukakan oleh Frederic Winslow Taylor. Model ini mengisyaratkan bagaimana manajer menentukan pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan dengan sistem pengupahan insentif untuk memacu para pekerja agar memberikan produktivitas yang tinggi.
           Teori produktivitas memandang bahwa tenaga kerja pada umumnya malas dan hanya dapat dimotivasi dengan memberikan penghargaan dalam wujud materi (uang). Pendekatan ini cukup efektif dalam banyak situasi sejalan dengan peningkatan efisiensi. Disini pemutusan hubungan kerja sudah merupakan suatu kebiasaan dan para pekerja akan mencari jaminan daripada hanya kenaikan upah kecil dan sementara.
     
  2. Model hubungan Manusiawi

            Elton Mayo dan para peneliti hubungan manusiawi lainnya menemukan bahwa kontak-kontak sosial karyawan pada pekerjaannya adalah penting, kebosanan dan tugas yang rutin merupakan pengurang dari motivasi. Untuk itu para karyawan perlu dimotivasi melalui pemenuhan kebutuhan-kebutuhan sosial dan membuat mereka berguna dan penting dalam organisasi.

                Para karyawan diberi kebebasan membuat keputusan sendiri dalam pekerjaannya, untuk para pekerja informal perlu mendapat perhatian yang lebih besar. Lebih banyak informasi disediakan untuk karyawan tentang perhatian manajer dan operasi organisasi.
  3. Model Sumber Daya Manusia

               McGregor, Maslow, Argyris dan Likert mengkritik model hubungan manusiawi, bahwa seorang bawahan tidak hanya dimotivasi dengan memberikan uang atau keinginan untuk mencapai kepuasan, tapi juga kebutuhan untuk berprestasi dan memperoleh pekerjaan yang berarti, dalam arti lebih menyukai pemenuhan kepuasan dari suatu prestasi kerja yang baik, diberi tanggung jawab yang lebih besar untuk pembuatan keputusan dan pelaksanaan tugas.